*Benarkah Al Albani Gak Punya Guru, Cuma Modal Otodidak Belajarnya? *
Yusuf bin Mukhtar A’s Sidawi
Jawaban:
- Ini tidak benar. Syeikh Albani berguru kepada beberapa ulama walaupun tidak banyak. Diantaranya:
- Ayahnya sendiri Nuh Najati, belajar Al Quran, Nahwu Sharaf, dan Fiqih Hanafi.
- Sa’id Al Burhami, belajar fiqih dan bahasa.
- Hadir di majlisnya dan seminarnya Syeikh Muhammad Bahjat Al Baithar.
- Syeikh Muhammad Raghib At Thobbakh bahkan mendapatkan ijazah sanad hadits darinya.
- Syeikh Ali Ath Thanthawi, dalam ilmu Ushul Fiqih. (Hayatul Al Albani, Asy Syaibani 1/45, Tarjamah Mujazah Lil Albani hlm. 14-21)
Dengan demikian, maka klaim bahwa beliau tidak punya guru adalah tidak benar.
- Sedikitnya guru tidak masalah dan tidak menodai keilmuan beliau. Dahulu para perawi hadits juga ada beberapa yang sedikit gurunya, hanya dua, tiga, bahkan satu, tapi tetap dinilai oleh ulama sebagai perawi terpercaya.
Abu Umar Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Lakhmi yg di kenal dengan Ibnul Baju (400 H), beliau ulama pakar hadits dan fiqih di zamannya namun gurunya sedikit. Demikian juga Syeikh Abdul Hayyi Al Laknawi, ulama India, beliau gurunya sedikit tak sampai hitungan jari.
Semua itu tidak menghalangi kita untuk mengambil ilmu darinya dan mengakui keulamaannya.
- Betul belajar kepada banyak guru bagus sebagai metode mencari ilmu, tapi itu bukan satu-satunya cara. Bisa dengan membaca, meneliti, bertanya, menulis, diskusi dan lain sebagainya.
Intinya, yang menjadi patokan adalah keilmuan dan keselamatan aqidah. Bisa jadi orang yang banyak gurunya tapi malah ilmunya menyimpang dan bisa jadi orang yang gurunya sedikit ilmunya benar. (Lihat Al Intishar Li Ahli Hadits hlm. 176-178 karya Syeikh Muhammad bin Umar Bazimul) - Fakta bahwa Al Albani diakui keilmuannya oleh para ulama di zamannya semisal Syeikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syeikh, Syeikh Ibnu Baz, Syeikh Asy Syinqithi, dll, bahkan diundang sebagai dosen hadits di Universitas Islam Madinah, serta karya-karya ilmiahnya dan beliau juga meraih penghargaan bergengsi internasional. Semua itu cukup menunjukkan keilmuan beliau. (Lihat daftar ulama dan sastrawan yang memuji Al Albani serta nukilan pujian mereka dalam kitab Al Imam Al Albani karya Syeikh Salim Al Hilali)
